Kamis, 31 Mei 2012

CERITA DI BALIK TUGAS ANALISA DATA SEISMIK

Satu pekan yang benar -benar menguras energi. Setelah melewati hari-hari super sibuk dalam satu pekan terakhir, akhirnya saya bisa terjun kembali dalam lalu lintas dunia maya ini. Sempat vakum seminggu akibat padatnya jadwal perkuliahan dibarengi tugas-tugas yang njelimet, akhirnya sejenak saya bisa bernafas sedikit lebih bebas.

Terlepas dari semua aktifitas yang saya jalani, serta tugas-tugas perkuliahan yang saya tuntaskan, sebenarnya ada satu tugas yang menghadirkan makna tersendiri bagi saya. Tugas yang saya maksudkan itu adalah Tugas Analisa Data Seismik. Tugas tersebut diberikan oleh dosen saya, pak Subardjo, dengan intensitas waktu pengerjaan yang cukup lama dan dikumpulkan saat UTS (midsemester). Tugas yang beliau amanatkan, yakni kami para peserta didik diharuskan membuat sebuah jurnal ilmiah dengan konsep membandingkan 2 gempa bumi besar yang belum sedekade lebih pernah mengguncang Aceh; gempa bumi Aceh 26 Desember 2004 dan gempa bumi Aceh 11 April 2012. 

Kami peserta didik dengan persepsi dan kearifannya masing-masing diharapkan mampu untuk menemukan perbedaan dari segi karakteristik di antara ke dua gempa yang terjadi. Setelah mampu memahaminya, maka dengan begitu, pemahaman kami bisa dieksposisikan bagi sesama yang juga membutuhkan penjelasan lebih rinci dengan konsep yang mudah dipahami. Penjelasan dari pemahaman kami tersebut lah yang dianjurkan oleh pak Subardjo untuk dituangkan dalam bentuk tulisan berupa Jurnal Ilmiah (Scientific Journal ). Akhirnya, setelah berupaya semaksimal mungkin, maka lahirlah tulisan Jurnal tersebut, yang bisa sobat pembaca baca juga  KLIK DI SINI


 Jurnal " ANALISA DAN STUDI PERBANDINGAN KARAKTERISTIK GEMPA ACEH 2004 dan 2012 SEBAGAI UPAYA MENUJU PEMAHAMAN YANG LEBIH KOMPREHENSIF "


Menulis jurnal. Kegiatan tulis-menulis yang satu ini memang kesannya cukup baru bagi saya. Sebelum-sebelumnya saya belum pernah menulis sebuah jurnal yang ilmiah seperti yang dimaksudkan. Berangkat juga dari pengalaman ketika membaca jurnal-jurnal dari para ahli geologi dan seismologi, muncul rasa kagum pada para peneliti tersebut. Tapi sungguh disayangkan, adalah sebuah fakta bahwa dari sekian ribu tulisan ilmiah yang bertebaran di perpustakaan dunia maya Google, ternyata yang merupakan konsepsi dan hasil tulisan orang BMKG ternyata masih sangatlah minim.  Apakah hal tersebut dikarenakan orang BMKG malas untuk mempublikasikan tulisannya, atau karena memang tidak ada tulisan yang dibuat? Sedikit miris melihat kenyataan tersebut. Sempat saya teringat kata-kata dari pak Boko, dosen mata kuliah Metode Penelitian Ilmiah saya sewaktu di semester IV. Kira-kira beliau sempat membuat sebuah analogi, “ kita orang BMKG itu ibaratnya sudah mempunyai segala bahan masakan, dengan segala penyedap rasa, bumbu yang lengkap, dsb, namun herannya, mengapa kita tidak mau untuk membuat sebuah masakan yang lezat?” . “Apa memang kita tidak mau? Atau malah mungkin karena kita tidak tahu sehingga membiarkan orang lain yang membuatnya?”

Sempat saya terdiam dan merenung, mencerna kembali kata-kata beliau. Apa benar, pertanyaan saya pada paragraph di atas, yang berangkat dari fakta bahwa begitu minimnya jumlah tulisan hasil karya orang BMKG yang dipublikasikan, sehingga ketika mencari referensi dan literature untuk membuat tulisan ilmiah, maka yang muncul sedikit yang merupakan orang BMKG?. 

Kini saya mulai memahaminya. Mungkin, ini sebuah probabilitas/ kemungkinan (likelihood), bahwa kesulitan yang ditemukan adalah tidak lain tidak bukan adalah kesulitan untuk menulis itu sendiri. Bagaimana untuk bisa menulis dengan hasil tulisan yang bagus, yang berguna bagi insan yang membutuhkan.
Terlepas dari semua itu, berangkat dari tugas membuat Jurnal ini, menghadirkan satu semangat baru untuk lebih sering menulis dan menulis lagi dan lagi, karena percaya atau tidak, berawal dari keseringan itu maka akan mempermudah kita untuk menulis dan menghasilkan karya tulis yang bagus. Saya yakin, penulis terkenal sekelas Sidney Sheldon pun pastinya mengawali kariernya dengan menanamkan kecintaannya pada tulisan, yang termanifestasi melalui kegiatan menulis dan selalu menulis sejak dia mengetahui huruf dan tulisan.

Demikian saya berbagi kisah kali ini, semoga pengalaman yang tertoreh disini bisa membangkitkan semangat sobat pembaca sekalian untuk terus menulis, khususnya bagi insan Geofisika untuk melahirkan tulisan ilmiah yang berkualitas, demi kejayaan BMKG khususnya dan Nusa dan Bangsa umunya! Sekian dan Terima kasih.

Regards
Alexander Parera
Email: alexis.de.felixcille@gmail.com

Related Post:

1 komentar:

Muhammad Zulkifli mengatakan...

istimewaq pot keren

Posting Komentar

 
;