Selasa, 15 Mei 2012

RICHTER 45 : SEPENGGAL REFLEKSI LEPAS LKBB


“ Non ci ricordiamo dei giorni, noi ci ricordiamo dei moment “

RICHTER 45, La Famiglia siempre.



Tak terasa 1 minggu plus beberapa hari; hampir 2 minggu intensitas waktu yang kita korbankan untuk persiapan tampil di ajang tahunan LKBB ( Lomba Ketangkasan Baris Berbaris). Segala tenaga terkuras lebih; waktu rehat dan relaksasi otak maupun otot pun sangat minim.

 Pagi latihan, siang kuliah. Pagi kuliah, siang latihan. Entah pagi ataupun siang jika masih tak memungkinkan jua, maka maghrib pun tetap kita latihan. Latihan dengan pola repetisi. Pola perulangan, melakukan kegiatan yang berulang-ulang guna mendapatkan kekompakkan tim yang paling klop.




Sebenarnya, entah disadari atau tidak,ada ironisme yang menggambarkan inkonsistensi antara visi awal dengan kenyataan di lapangan.  Pada awal pembicaraan dan musyawarah di kelas, terkonsep sebuah rencana untuk menampilkan sebuah perpaduan baris – berbaris yang kontemporer, yang lebih fleksibel  dengan menginkulturasi dance/ tarian modern (Shuffle dance,dsb.). Intinya, bukanlah predikat juara yang kita kehendaki; bukan trophy yang diincar, tapi lebih pada formalitas semata. Bertanding tanpa ada visi juara. Miris. Namun itulah fakta yang ada, setidaknya menjadi representasi 95% suara dari seluruh anggota kelas. Mungkin segelintir taruna/I yang berambisi juara, selebihnya tidak. Yah, ikut-ikut aja , pokonya tampil BEDA. Yah, TAMPIL BEDA !. Ingin menghadirkan suatu pertunjukkan keterampilan baris-berbaris yang benar-benar inovatif dan kreatif. Jadi kesimpulannya, kelas kita bertanding dengan asa bukanlah juara yang jadi target, tapi sebuah penampilan yang impresif dan berkesan top lah yang jadi visi keikutsertaan kita kali ini. Top dalam artian berbeda dari sebelum- sebelumnya, yang tidak kaku dan terpaku pada peraturan LBB yang sebenarnya.



Namun semua konsep dan visi tersebut perlahan secara implisit mulai bergeser dalam persiapan tampil sejak 1 minggu sebelum hari lomba( 11 Mei 2012). Latihan secara continual dan terus menerus; hampir setiap hari selalu ada latihan bersama. Tiada toleransi untuk padatnya jadwal kuliah plus tugas yang seakan tiada akhirnya; selalu ada di tiap hari kuliah. Frekuensi latihan guna menghadapi perlombaan melonjak drastis; semuanya lebih serius menjalani sesi latihan. Yang terlambat dihukum 100x Push up bagi taruna dan bending bagi taruni. Setiap ada kesalahan langsung dikoreksi; ditempa untuk menjadi lebih baik. Langkah tegap harus benar-benar tegap dengan hentakkan lengan setinggi pundak. Derap langkah kaki harus seirama. Tiap instruksi sang komandan harus dijalankan serempak dan simultan, serentak bersama-sama. Singkatnya, latihannya sudah selayaknya Sang Jawara; sepantasnya menjadi yang terbaik , mengingat skala latihan yang banyak dan mengalami peningkatan mutu di setiap latihan yang berlanjut.



----> Sambil Nunggu latihan giliran make lapangan Apel, lumayan nyari duit nambahan buat Futsal di Ar-Rayan, sob!..hehehe







----> " tak ada Roti Goreng yang lebih nikmat senikmat saat ku menyantapnya berdua denganmu, sobat.."... ^.^


 




--->  " Brown-Red Shining in the darkness!"


 ---> The LAST moment , a night before Fighting tomorrow! RICHTER !!!




Jumat, 11 Mei 2012.
Hari pembuktian siapa yang menjadi jawara LKBB tahun ini. Tim kita tampil dengan nama baru, R.I.C.H.T.E.R. Republic of Geophysic The Best Forever. Dan memang demikian adanya, tim RCIHTER tampil memukau. Fantastis. Hanya sedikit keteledoran yang mungkin juga lolos dari perhatian juri. Selebihnya, 98% dari skenario yang telah kita latih selama ini berhasil kita tampilkan dengan sebaik mungkin. Entah mungkin ini penilaian subjektif, tapi penilaian tersebut tidak lebih dari apa yang memang demikianlah yang dirasakan oleh penulis. RICHTER tampil memukau. Overall, RICHTER is Good!

*-*-*-*-*

LKBB is over. Lomba tersebut selesai.
Namun adakah yang tersisa dari lomba tersebut?. Adakah makna yang tersisa dari 2 minggu latihan  demi penampilan dengan durasi 15 menit tersebut?. Masih adakah cerita tentang Kedisiplinan ? Masih adakah kisah tentang 100x push up? Masih adakah kisah tentang bangun pagi pkl.05.00 dan langsung ke kampus untuk latihan LBB? Masih adakah Makna dari derap langkah kaki yang serempak? Masih adakah makna dari KEBERSAMAAN kita selama masa-masa persiapan menghadapi Lomba Ketangkasan tersebut?

“ Non ci ricordiamo dei giorni, noi ci ricordiamo dei moment “
We do not remember days, we remember moments !




Tak usah kau kenang kapan waktu kita pernah bersama. Kapan hari yang kita jalani bersama. Cukup kau kenang segala moment yang kita rajut bersama; moment yang kita lalui bersama tuk ukir kisah hidup kita.
GEOPHYSIC 45.
RICHTER, La Famiglia Sempre.
FAMILY FOREVER
(kamar sepi; 13 Mei 2012)

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar

 
;