Selasa, 28 Juli 2015

MENGUNJUNGI PLUTO



MENGUNJUNGI PLUTO
Oleh : Alexander Felix Taufan Parera
@lexfourel

Satu pekan di medio Juli 2015 menyita atensi masif warga Bumi, terutama para pecinta Sains antariksa. Tanggal 14 Juli 2015 kemarin menjadi torehan sejarah dalam usaha manusia mencari jawaban yang lebih luas tentang antariksa. Silahturahmi ke tetangga (yang masih) satu galaksi, mengunjungi si Pluto. “ Pluto just had its first visitor! Thanks  NASA - it's a great day for discovery and American leadership ”, demikian ucapan selamat dari Presiden Amerika, Barrack Obama yang disampaikan melalui akun twitter resminya. 
 Setelah penantian 9 tahun lebih, akhinya Pluto mendapat kunjungan resmi pada tanggal 14 Juli 2015 kemarin. Diluncurkan dari  Cape Canaveral Air Force Station di Florida pada tanggal 19 Januari 2006, New Horizons kini telah tiba mengitari Pluto.

Ini bukan seperti kisah-kisah ekspansi heroik tentang penaklukan wilayah atau territorial baru, seperti kisah Alexander Agung atau kisah Jenghis Khan. Kunjungan ini lebih berkesan seperti mengunjungi ‘rumah’ baru dengan arsitektur berbeda dan belum dihuni. 
 Rasa ingin tahu manusia menjadi bahan bakar utama dalam ekspedisi mesin Spacecraft New Horizons ini. Dwayne Brown, juru bicara NASA, menegaskan bahwa program antariksa New Horizons ini menghantar umat manusia menuju sesuatu yang sebelumnya kabur kini telah menjadi lebih fokus dan jelas.

New Horizons
NASA meluncurkan New Horizons dengan misi untuk mengetahui lebih tentang Pluto. Bersama New Horizons, disematkan berbagai pertanyaan tentang Pluto, “ seperti apa atmosfer Pluto? Tersusun dari apa atmosfer Pluto dan bagaimanakah karaketristik material penyusunnya? Seperti apa gambaran permukaan Pluto? Apakah ada struktur geologi berukuran super di sana? Bagaimanakah partikel angin Matahari (Solar wind) berinteraksi dengan atmoser Pluto?.” Semua pertanyaan ilmiah tersebut diselipkan di dalam pesawat luar angkasa New Horizons.

Pada New Horizons terdapat tujuh jenis instrument berbeda yang masing-masingnya digunakan untuk menjawab pertanyaan berbeda. Tujuh jenis instrument tersebut antara lain Ralph, Alice, REX, LORRI, SWAP, PEPSSI, dan SDC.
Ralph merupakan Spectometer Inframerah untuk memetakan warna, komposisi, dan peta thermal dari Pluto. Alice juga Spectometer, yang berbeda dengan Ralph, Alice menggunakan sinar Ultraviolet untuk menganalisa komposisi dan struktur atmosfer Pluto serta atmosfer di sekitar Charon dan objek lainnya di dalam Sabuk Kuiper.
REX (Radio Science Experiment) merupakan radiometer pasif, LORRI (Long Rangge Reconnaissance Imager) merupakan kamera teleskopik yang bisa memperoleh data geologi resolusi tinggi. SWAP (Solar Wind Around Pluto) dan PEPSSI (Pluto Energetic Particle SpectometerScience Investigation) merupakan Spectometer untuk melihat bagaimana interaksi atmosfer Pluto terhadap angin Matahari dan mengukur komposisi dan densitas ion pada atmosfer Pluto. Sedangkan, SDC (Student Dust Counter) merupakan instrument pelengkap untuk mengukur banyaknya debu yang masuk ke Spacecraft New Horizons selama perjalanannya mengelilingi luar angkasa.
Silahturahmi Tiga Miliar Mil
New Horizons akhirnya berhasil menjawab beberapa pertanyaan tentang Pluto. Seperti apa atmosfer Pluto. Dengan pemetaan menggunakan infra merah, kini jelas bahwa pada beberapa bagian Pluto mengandung Methana. Di Pluto juga terdapat pegunungan es dengan tinggi 11.000 kaki atau sekitar 3.500 meter, hamper setinggi gunung Kerinci. Singkatnya, sependapat dengan juru bicara NASA, Dwayne Brown, keberhasilan New Horizons merupakan lompatan bersejarah lainnya bagi umat manusia.
Namun, saya pribadi masih penuh tanda tanya besar tentang semesta ini. What’s Next? Apa selanjutnya? Sambil membayangkan posisi kita (Bumi) dengan Pluto saat ini, saya pun berasumsi bahwa masih ada jarak yang maha luas yang masih bisa kita ‘kunjungi’. Masih banyak objek yang lebih jauh dari Pluto yang bisa kita ‘silahturahmi’. Berkunjung, ‘main-main’ dengan tujuan tertentu. Melihat-lihat barangkali ada ‘cinderamata’ yang bisa di bawa pulang. Cinderamata yang paling berharga tentunya : ilmu pengetahuan.

Manusia, melalui Science, terus mencari dan mencari."Hal yang paling berkesan tentang space (luar angkasa) adalah, setiap kali manusia ke sana untuk mencari, maka akan menemukan sesuatu yang baru dan menarik.setiap kali ke sana. Itulah bagian terbaiknya," demikian tulis sebuah akun twitter @SarcasticRover sebagai tanggapan terhadap kesuksesan New Horizons mendapat gambaran lebih jelas tentang Pluto.

Salam.

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar

 
;