Minggu, 17 Maret 2013 0 komentar

TURNAMEN FUTSAL MEMPERINGATI HARI METEOROLOGI DUNIA REGIONAL BENGKULU






FANTASTIC !!!!
That’s the word I used to describe this amazing day; March 17th 2013. Segenap anggota keluarga besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah Provinsi Bengkulu (BMKG) having a rendesvouz as a commemorance of World Meteorologycal day; or known as HMD; Hari Meteorologi Dunia for this March 23rd ahead.

For the first agenda, we have a Futsal Tournament which being followed by 5 teams; Geofisika  Kepahiang A; Geofisika  Kepahiang B (Home Teams); and away teams : Klimatologi Pulau Ba’I A, Klimatologi Pulau Ba’I B; and Meteorologi Fatmawati Bengkulu.

The match goes so tightly, starts from 09.45 am, when the sun just awake and slowly burns the players on field. As first match, Geofisika Kepahiang A versus Klimatologi B. Young earthquake squad vs The Senior Climate’s Gentlemen. On about 2 minutes of the match, Alexander Parera scores his first goal which be the fisrt goal of this tournament too by his right foot shoot. Goal. 1 – 0.

Selanjutnya, ke dua team saling menyerang dan berusaha menambah pundi-pundi goal. Till the referee blows his whistle at the end of match, Geofisika A wins this match eventually by scoring 9 goals and defeats Klimatologi B which just scored 4 goals..


2nd Match. Geofisika B vs Meteorologi Fatmawati...the B' Geophysicists do the same as A-team did it one last match before. They won the game by scoring 10 goals and be scored 5 goals...what a fantastic game too. every player played so hard 'n tried to produce goals more and more. sting each other; shoot on goal; tackled each other..



Rabu, 09 Januari 2013 0 komentar

SEISMISITAS NTT TAHUN 2012

       Tahun 2012 telah berlalu; yang tertinggal hanyalah sejuta kisah yang telah membeku abadi; tersimpan dalam sebuah box bernama “ kenangan.”

Sambil menjalankan tugas Dinas shift malam ini, saya sempatkan diri untuk mengajak pembaca sekalian untuk sekedar flashback , melihat kembali ke tahun 2012 yang baru saja terlewatkan.

Begitu banyak kejadian yang kita alami di tahun 2012. Dan saya yakin, di penghujung tahun 2012 kemarin, mayoritas dari 4.683.827 jiwa yang hidup di wilayah NTT tercinta ini memiliki “resolusi “-nya masing-masing. Sebagian besar dari kita pastinya juga membuat sebuah refleksi kecil untuk waktu yang telah kita gunakan dan hidup yang telah kita jejaki di tahun 2012 kemaren.

Namun apakah ada yang pernah me-review aspek kebencanaan yang sempat mengancam jutaan jiwa yang hidup dan berdiam di wilayah NTT tercinta ini?

Melihat fakta yang menjadi bagian dari Sejarah, wilayah NTT layak mendapat predikat sebagai wilayah yang rentan terhadap bencana; khususnya bencana alam. Dan yang paling mencuri perhatian adalah bencana Gempa Bumi dan Tsunami.

Bicara tentang gempabumi dan tsunami di wilayah NTT, tentunya membawa sejuta kisah dan kenangan tersendiri bagi generasi sebelum tahuni 2000-an. 

Di wilayah Barat dari NTT sempat menjadi perhatian publik di tahun 1977.Tepatnya  hari Jumat tanggal 19 Agustus, terjadi  gempabumi dengan epicenter di Laut di sebelah Barat Daya pulau Sumba (118.6* BT – 11,8* LS) dengan kedalaman fokus gempa 33 km. Gempabumi tersebut beimbas pada kejadian Tsunami yang terkenal sebagai Tsunami Lunyuk 1977.

Selain itu, ada juga bencana  pembawa kisah kelam bagi masyarakat NTT di tahun 1992. Gempabumi di Laut Flores, di tanggal 12 Desember 1992 yang menimbulkan Tsunami dan memporak-porandakan berbagai rumah dan pemukiman dari daerah Ende, Maumere, Larantuka,  hingga wilayah Tanjung Bunga di ujung Timur pulau Flores . Tsunami sebagai akibat dari gempa berkekuatan 6.4 SR tersebut menelan 2000-an jiwa dan benar-benar membawa dampak buruk bagi penduduk di daerah Maumere dan sekitarnya.

Kemudian, gempabumi di Alor 2004,  berkekuatan 6 SR  dengan Epicenter 8.17* LS - 124.82* BT,  yang terjadi pada tanggal 12 November 2004 dan menewaskan 34 jiwa.
Singkatnya, wilayah NTT merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana gempabumi dan tsunami.

Nah, bagaimanakah aspek seismisitas wilayah NTT terhadap bencana gempabumi pada tahun 2012 kemarin?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, bagi rekan-rekan sekalian, saya buatkan sebuah peta seismisitas wilayah NTT berdasarkan data dari Badan Survey Geologi  Internasional milik Amerika Serikat ; atau yang lebih dikenal dengan sebutan USGS ( United States Geologycal Survey).
Data tersebut didownload dari website USGS, dan selama tahun 2012, tercatat ada 51 event/kejadian gempabumi yang terekam oleh seismograf USGS tersebut.
Berikut sebaran epicenter dari 51 event tersebut.


Berdasarkan data yang telah diolah dan disajikan dalam peta tersebut, nampak bahwa terjadi Lack of Seismicity atau semacam ada "kekosongan" atau istilah dalam Ilmu Seismology, disebut sebagai Seismic Gap, pada wilayah Utara dari Kabupaten Sikka (Pantai Utara Maumere, Sikka).
Ini tentunya patut menjadi perhatian segenap masyarakat NTT umumnya, dan penduduk kabupaten Sikka khususnya. Justru dengan jarang terjadinya gempabumi di wilayah tersebut yang jelas -jelas merupakan bagian dari Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Back Arc Thrust), hendaknya menjadi suatu warning alami bagi kita, untuk senantiasa berjaga-jaga dan tetap waspada, jika kelak pada waktunya, akumulasi energi melewati batas maksimum, energinya dilepaskan  dan termanifestasi dalam bentuk gempabumi tektonik yang juga mungkin memiliki potensi  menimbulkan Tsunami.

 
Selasa, 08 Januari 2013 0 komentar

MENGAPA AWAL JANUARI 2013, CUACA EKSTREM DI NTT ?




Selamat pagi, rekan-rekan sekalian.
Berhubung hari ini, saya Dinas Pagi, jadi yah, memanfaatkan media ini untuk sedikit berbagi cerita dengan rekan sekalian.

Sekedar berbagi, Readers !

Gambar di bawah ini adlh citra dari satelit NOAA untuk wilayah Indonesia, tanggal 7 januari, 2 hari yg lalu.


Nah, buat para awam, intinya, bisa lihat di Wilayah Laut di Selatan NTT, (ditandai dengan simbol warna Cokelat keMerahan pada gambar) artinya suhunya lebih hangat sekitar 2 derajat dari rata-ratanya).


nah, Apa Hubungannya dengan Hujan berkepanjangan ( continuous rain) dan Angin kencang di wilayah tersebut?

Penjelasan singkatnya, Suhu laut yang lebih hangat berarti penguapan lebih massif yang menjadi sumber pembentukan awan. Nah, karena terjadi pembentukan awan dgn jumlah yg lebih banyak dari biasanya, maka wajarlah, kenapa akhir-akhir ini di wilayah NTT khususnya dan Indonesia pada umumnya sering terjadi Hujan Berkepanjangan disertai angin kencang.
 
Gambar Citra Satelit BMKG; 08 Januari 2013 pkl. 22.00 WIB
Berikutnya, bisa kita perhatikan gambar di bawah ini. Nampak juga, pada wilayah Selatan NTT, tekanan udaranya sekitar 998 mbar (millibar), artinya lebih rendah dari rata-rata yang sekitar 1.013 mbar.
Daerah tekanan rendah itu berpotensi menimbulkan pusat Badai (siklon/cyclone)  tropis ( atau badai yg kita kenal dengan  nama Badai Narele); yang menyedot udara di sekitarnya dan berpotensi menimbulkan angin kencang.
tapi tenang saja, Badai Narele akan bergerak ke arah Barat menuju Selatan Jawa, kemudian melemah dan hilang.
jadi sekedar mengingatkan; atau  imbauan bagi teman teman semua, tetap WASPADA dengan adanya cuaca Ekstrem di awal tahun 2013 ini. 
 
 
Terima kasih.
 
SALAM GEOFISIKA.

--Alexander Parera---
 
Source : 
http://tdjamaluddin.wordpress.com/2013/01/08/memahami-potensi-cuaca-ektrem-awal-januari-2013/   


 
;